SELAMAT DATANG DI BLOGSPOT KOOR AMATOLU HKBP BALIGE

Senin, 27 Februari 2012

TURUT BERDUKA CITA

SEGENAP KELUARGA BESAR KOOR AMA TOLU HKBP BALIGE   MENGUCAPKAN TURUT BERDUKA CITA ATAS MENINGGALNYA ORANGTUA DARI A.YOSUA SIAGIAN PERSONIL KOOR AMATOLU SEMOGA KELUARGA YAG DITINGGALKAN TABAH MENGHADAPAI COBAAN INI. DAN YANG PASTI  HARUS DIPAHAMI kRISTUS DO HANGOLUAN LABA HAMATEAN,KARENA MELALUI KEMATIAN DAPAT BERTEMU BAPAK DI SORGA .AMIN
READ MORE - TURUT BERDUKA CITA

Selasa, 05 Juli 2011

DILEMA SEORANG GURU

GURU, akar katanya berasal dari bahasa Sansekerta. Orang yang kerjanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan kebaikan. Di zaman klasik, mereka dinamakan empu. Satu kaum dari kalangan yang selalu berbuat baik dan berguna bagi negara, raja, dan orang lain.

Dengarlah sebuah lagu, yang liriknya bernuansa ilham dan melodinya bagus: "Terpujilah wahai engkau Ibu Bapak guru//namamu akan selalu hidup dalam sanubariku//engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa." Syair yang terbantun dalam senandung tersebut sungguh-sungguh berisi pemujaan kepada orang bijak yang digugu dan ditiru.

Kendati kini guru tidak tepat lagi disematkan gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Sebab banyak sudah ragam tanda jasa disediakan pemerintah untuk disematkan bagi para bapak dan ibu guru yang pintar mengabdi.

Tapi bukan karena itu juga, mungkin, maka lagu mars berjudul Hymne Guru ciptaan Sartono itu liriknya harus dipertanyakan. Prasasti terima kasih untuk pengabdian guru, apa boleh buat, ternyata dapat terkikis karena sebuah cela.

Mari kita simak kisah tentang kecerdasan seorang murid SD Negeri Gadel 2, Desa Tandes, Surabaya, yang disalahgunakan oleh gurunya sendiri. Sang guru minta si murid untuk curang. Kecurangannya, memberi contekan kepada teman-temannya saat ujian nasional. Si murid yang merasa perintah sang guru bertentangan dengan hati nurani dalam sanubarinya kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada ibu kandungnya. Sebuah kisah yang tragis!

Di satu sisi, Undang-undang Dasar 1945 mengamanahkan bahwa alokasi anggaran untuk sektor pendidikan paling kurang 20 persen dari jumlah total anggaran. Lalu, ada pula program pemerintah bertajuk Indonesia Mengajar, yang menyaratkan ketersediaan tenaga pendidik untuk menyebarkan kejujuran dan kebaikan dengan cara menyumbangkan ilmu pengetahuan ke seantero penjuru Tanah Air.

Di sisi lain, muncul "nila setitik" di SD Negeri Gadel 2 dalam "susu sebelanga" Kementerian Pendidikan Nasional, yang dalam sebuah jajak pendapat secara meyakinkan dinilai sebagai nomenklatur (penyelenggara pemerintahan) tertinggi yang masih dipercayai warga negeri ini.

Jadi ada baiknya bila kita ingat kembali sosok tokoh muda yang berani. Aktivis mahasiswa terkemuka itu pernah berdebat melawan gurunya di depan kelas. Karena perdebatan itu, dia menulis sebuah catatan. "Guru bukan dewa dan murid bukan kerbau!" katanya.

Sebelum tewas di gunung, dia juga akhirnya mengabdikan diri sebagai guru. Tepatnya jadi mahaguru atau dosen, pengajar mahasiswa di Universitas Indonesia. Penulis kata-kata "guru bukan dewa dan murid bukan kerbau" itu pencatat yang tekun, penulis yang ulung. Namanya, Soe Hok Gie.

Cuma, itulah, tokoh seberani Gie sudah tak ada lagi di sini, kini. Kita lebih banyak mengenal sosok mirip si kerbau yang senantiasa jadi murid yang patuh menuruti saja titah sang dewa. Akhirnya orang lain pun menakar dengan pantasnya di mana kelas kita.
Share
READ MORE - DILEMA SEORANG GURU

ETIKA DI RANJANG UNTUK SEKS MENAKJUBKAN

JANGAN pernah berpikir bahwa etika hanya berlaku untuk perilaku sehari-hari saja. Saat di ranjang, urusan etika pun memegang peranan penting untuk menciptakan sesi bercinta yang menakjubkan.

Meski bercinta hanya melibatkan sesi intim dengan pasangan, tak berarti urusan etika terpinggirkan. Tidak peduli apakah Anda baru menjalani hubungan tersebut dalam waktu yang lama atau singkat, berbagi ruang keintiman dengan pasangan tetap memerlukan etika di dalamnya. Mungkin Anda sempat menemukan dengkurannya saat tidur dan menggertakkan gigi. Sebenarnya ini sangat mengganggu Anda, namun Anda tak enak hati mengungkapkannya. Untuk membuat adegan ranjang nyaman tentu kebiasaan ini perlu dihilangkan. Berikut ini tipnya, seperti diulas Times of India.

Berkompromi saat pelukan

Sering kali urusan berpelukan menjadi sesi menakjubkan di tempat tidur bagi para pasangan. Tapi tak berarti ini harus berlangsung lama. Pasalnya, kebanyakan pria dan beberapa wanita tidak menginginkan apa-apa selain tidur usai berhubungan seks.

Untuk menyiasati hal tersebut, berkompromilah dengan pasangan. Misalnya, menghabiskan waktu bersama-sama sebelum tertidur sambil membisikkan sedikit kata-kata manis dan sepakat untuk tidur terpisah beberapa saat setelahnya. Cara ini dapat menjembatani kebutuhan Anda berdua tanpa perlu menyakiti hati salah satu pasangan.

Mendengkur atau gelisah

Salah satu pasangan mungkin tidur dengan menimbulkan dengkuran yang cukup mengganggu Anda. Hasilnya, tidur Anda pun menjadi tak nyaman dan masih merasa ngantuk di pagi hari.

Solusinya, jangan memberikan reaksi berlebihan. Jika Anda seorang pendengkur berat, sebaiknya berkunjunglah ke dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat. Jika Anda penderita alias korban dari dengkuran pasangan, maka belilah sumbatan telinga atau mencoba menutup telinga dengan earphone dan mendengarkan musik ringan. Cara tersebut jauh lebih bijak ketimbang mengatakan hal tersebut langsung pada pasangan dan membuatnya tersinggung.

Perbedaan waktu tidur

Mungkin Anda adalah orang yang terbiasa tidur di bawah jam 10 malam, sementara pasangan tipe yang tidur hingga larut malam.


Solusinya, berlakukan kebijakan lampu tidur dengan pasangan. Misalnya, setuju mengatakan bahwa 30-40 menit awal Anda berdua masih dapat menikmati televisi atau saling membaca buku. Namun ketika salah seorang dari Anda terlelap lebih dulu, maka itu adalah tanda untuk tidur. Anda yang tertinggal dan tidur belakangan perlu menggunakan lampu pribadi untuk melanjutkan bacaan atau membantu penerangan saat nonton televisi. Jadi, gunakan pencahayaan minimal saat pasangan sedang tertidur.

Dekorasi kamar tidur

Anda lebih suka dengan dekorasi kamar tidur yang intim, nyaman dan hangat, sementara pasangan berkeras untuk memasukkan gambar atau foto keluarganya di dinding.

Ini adalah ruang privasi Anda berdua dimana keintiman terbangun. Jadi bicarakan dengan pasangan, bagaimana sebaiknya foto tersebut dipindahkan ke ruangan lain. Bukan bermaksud bahwa Anda tidak ingin jadi bagian keluarganya, melainkan agar keintiman dan keharmonisan Anda benar-benar terasa. Sehingga hanya hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan Anda berdua sajalah yang berada di ruang tersebut.
READ MORE - ETIKA DI RANJANG UNTUK SEKS MENAKJUBKAN

PEMIMPIN HARUS BERETIKA

Layaknya mesin lokomotif pada kereta api, pemimpin adalah penarik gerbong bangsa. Pemimpin bertanggung jawab secara moral kepada seluruh rakyatnya menuju kemajuan. Kepada pemimpinlah harapan seluruh rakyat digantungkan.

Namun, apa yang kita lihat belakangan ini sungguh memprihatinkan. Beratus drama dipentaskan para pemimpin kita dengan apik. Kebanyakan drama berisi kisah saling serang, saling menjatuhkan, memperkaya diri dan menutup kebenaran. Janji-janji manis yang pernah terucap seakan dilupakan. Kita pun bertanya-tanya. Apa tidak salah kita menggantungkan harapan kepada mereka.

Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang mengemuka pada buku ini. Walaupun secara eksplisit penulis tidak mengatakan, namun dari apa yang ditulis kita bisa menangkap bahwa sebenarnya ia ingin mengeritik polah-tingkah para penguasa yang jauh dari etika.

Dengan santun penulis mengemas kritik dan “nasihat” tersebut dalam puluhan kisah pendek. Ada kisah guru menasehati muridnya yang merupakan putra mahkota kerajaan. Ada obrolan santai namun berisi dari empat sahabat dan nasihat bijak dari beberapa tokoh panutan semacam Sheng Ren Kong Zi (Confusius) yang ditulis dengan bahasa populer.

Dalam “setan dan organisasi” penulis mengeritik manusia-manusia, terutama para elite di Indonesia yang senang terkotak-kotak dalam organisasi. Dari organisasi-organisasi itu banyak perpecahan tercipta. Setiap ada ketidaksamaan pandangan atau kekecewaan anggota sering keluar dan membuat kelompok sendiri dan tak berujung pada pertikaian. Organisasi yang awalnya menyatukan malah menjadi ajang baku hantam. (h.23)

Para pemimpin kita sering bertingkah laiknya anak-anak. Anak yang baru belajar bicara, pasti dia akan berbicara selam ia terjaga. Hanya terhenti kalau sedang tidur atau lelah. Demikian pula kebanyakan pemimpin kita. Mereka baru belajar bicara setelah sekian lama mulut dan pita suaranya tidak boleh digunakan. Sekarang, setelah bebas bicara mereka “belajar” saling mengeritik, menghina, menyerang, memfitnah dan menjatuhkan. hal ini dibahas dalam “Kata-kata dan empat ekor kuda.”

Dalam tulisan itu pemimpin dituntut untuk bisa memahami setiap keadaan sebelum berkata. Sebab perkataan seorang pemimpin adalah keputusan, komitmen, janji yang harus ditepati. Ibaratnya sekali kata atau janji terucap, empat ekor kuda tidak bisa mengejar atau menariknya kembali (h.114)

Dalam “Sepasang sayap kehidupan” dan “memperkuat mata rantai terlemah” penulis membahas pentingnya campur tangan pemerintah dalam memperkuat peran mata rantai yang masih lemah di negeri ini, perempuan.

Laki-laki dan perempuan ibarat sepasang sayap dari seekor burung. Burung tidak bisa terbang dengan cepat bahkan tidak bisa terbang selagi salah satu sayapnya ada yang sakit atau terbelenggu. Begitu juga, sebuah bangsa tidak akan maju dengan cepat bila perempuan yang punya 50% saham masih belum terberdayakan.

Penulis juga menyoroti pentingnya sebuah kebijakan yang adil bagi petani yang mayoritas di negeri ini namun tidak sejahtera. Dalam “Huang Di, petani dan pertanian” penulis dengan panjang lebar “mengajari” para pemimpin kita bagaimana cara menyejahterakan bangsa dengan menyejahterakan petani. Di antaranya dengan menyediakan lahan yang cukup, kredit ringan, riset pertanian dan pembelian produk petani dengan harga standar oleh pemerintah.

Dengan meningkatnya kesejahteraan, daya beli petani akan naik. Hal ini tentu berpengaruh signifikan pada banyak hal, seperti perkembangan ekonomi negara, menguatnya sektor pertanian dan menurunnya arus urbanisasi (h.142).

Namun puluhan kisah dan judul cerita dalam buku ini sepertinya bermuara pada satu tema besar –yang ditulis di awal buku- mengenai pemimpin yang harus selalu diterangi “5 matahari” dalam mengambil setiap keputusan. Sun of energy (matahari asli sebagai sumber energi dan penerang), love (cinta kasih), wisdom (kearifan), courage (keberanian) and knowledge (ilmu pengetahuan).

Intinya, pemimpin dituntut untuk memahami keadaan yang sebenarnya sebelum membuat sebuah kebijakan. Pemimpin harus mempertimbangkan rasa keadilan, kemanusiaan, cinta kasih, kearifan dan berdasar pada ilmu pengetahuan. Namun semua kebijakan yang diambil tentu hanya menjadi teori/undang-undang jika tidak ada keberanian dari pemimpin untuk melaksanakannya.

Lima matahari tersebut adalah sebuah paket yang saling menopang dan melengkapi. Lima matahari itu harus menyinari kebijakan yang diambil para pemimpin untuk mencapai sebuah bangsa yang maju namun tetap beradab dan bermartabat.
READ MORE - PEMIMPIN HARUS BERETIKA

NAZARUDDIN TIDAK MUNGKIN DATANG KE INDONESIA

Menurut saya tak percaya perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar menangkap Mantan Bendahara Demokrat Nazaruddin akan terlaksana.

"Sekarang kalau SBY marah, bilang tangkap Nazaruddin dan bawa ke Indonesia itu malah tidak (mungkin terlaksana),"

Menurut saya, dari dulu hingga sekarang apa yang diucapkan SBY selalu bertolakbelakang. "Kalau Pak SBY bilang A itu artinya B," kata dia.

Menurut saya misalnya mencontohkan kasus Lapindo, kasus Bank Century, dan kenaikan harga BBM yang dilakukan semasa SBY menjadi Presiden.
"Misalnya semburan lumpur Lapindo, SBY katakan korban harus diganti rugi hingga September 2006. lah sekarang tidak ada apa-apanya rakyat korban Lapindo tetap keleweran (kemana-mana)," .
jika SBY pernah minta kasus ini dibuka seterang-terangnya dan blak-blakan. "Namun kenyatannya kasus Century malah ditutup
Untuk kasus lainya seperti Century. ," .

Contoh kasus lainnya adalah dalam hal kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), pernah SBY mengatakan tidak akan menaikkan harga BBM. "Tahu-tahu pernah harga BBM naik," ujarnya.

Oleh karena itu, apakah SBY serius akan menangkap Nazaruddin di Singapura dan membawanya pulang ke Indonesia untuk diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Seperti diketahu Presiden SBY melalui Juru Bicara Julian Aldrian Pasha memerintahkan secara langsung kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk mencari, menangkap, dan membawa pulang mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin di Singapura. Tujuannya agar Nazaruddin bisa memenuhi proses hukum yang bersangkutan di KPK sebab telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Wisma Atlet.
READ MORE - NAZARUDDIN TIDAK MUNGKIN DATANG KE INDONESIA

KEJUJURAN DILARANG DI NEGERI INI

Catatan karut-marutnya dunia pendidikan di Indonesia seperti air bah. Masalah dan korban berkelindan. Kasus Siami, ibu Al yang diperintah gurunya memberi sontekan bagi teman-temannya di Sekolah Dasar Negeri 2 Gadel Surabaya, hanya satu contoh kekisruhan dunia pendidikan Indonesia masa kini.

Ketua Aliansi Orang Tua Peduli Pendidikan Indonesia Handaru Widjatmiko mengingatkan, dalam perlawanan terhadap ketidakjujuran, energi lebih besar dibutuhkan. Pasalnya, perlawanan terhadap kejujuran pun sangat keras dan terjadi di segala bidang, termasuk pendidikan.

Tahun lalu, Handaru dan beberapa kawannya melaporkan dugaan korupsi di Sekolah Dasar Negeri Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional 12 Pagi Rawamangun ke kepolisian dan kejaksaan. Dampaknya, sejumlah anak para aktivis aliansi diintimidasi di sekolah masing-masing.

Anak Handaru yang duduk di kelas enam sekolah dasar dilarang ikut ujian karena aktivitas orang tuanya. Handaru akhirnya memutuskan mencabut laporan di kepolisian dan kejaksaan. "Saya buat (pencabutan laporan) dengan terpaksa, baru anak saya boleh ikut ujian," kata Handaru dalam acara deklarasi Koalisi Masyarakat Pendukung Kejujuran Ibu Siami di Mahkamah Konstitusi, Kamis, 16 Juni 2011.

Handaru kemudian melaporkan kasus itu ke Dinas Pendidikan dan Kepolisian, tapi tidak ditindaklanjuti. Handaru mengatakan, anak kawan-kawannya juga mengalami nasib serupa. Bukan saja ujian dipersulit, anak mereka juga dikeluarkan dari sekolahnya, bahkan sulit melanjutkan ke jenjang berikutnya. "Anak tidak bisa diterima di sekolah tertentu karena kasus yang kami perjuangkan," kata Handari.

Koalisi Pendukung Kejujuran mencatat masih banyak korban sistem pendidikan Indonesia. Contohnya, Fino Che Guevara, murid SMP Garut yang berusaha jujur mengungkapkan kejanggalan atas hasil ujian nasionalnya. Upayanya justru berbuah sanksi dari pemerintah. Ada pula Kamal Fikri, guru SMK Negeri Kota Cilegon, membela murid yang mengaku mendapatkan sontekan ujian nasional. Keberaniannya membela kejujuran murid tersebut memaksanya berhenti mengajar.

Nur Hidayatusholihah, murid SMA Muhammadiyah 1 Kali Rejo Lampung, harus mengulang belajar selama tiga tahun karena ingin lulus secara jujur. Sementara murid lain yang berkemampuan akademis lebih rendah malah lulus ujian nasional dengan mudah. Sedangkan Irma Winda Lubis, seorang ibu murid SD 06 Pesanggrahan Jakarta, mengungkapkan pemaksaan ketidakjujuran pihak sekolah pada anaknya. Anaknya dipaksa memberikan sontekan pada teman-temannya lain pada saat ujian akhir nasional SD. Ia telah mengadukan kasusnya kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Koalisi mendesak negara dan masyarakat mengoptimalkan kekuatan untuk menjaga prinsip keadilan dan kejujuran, serta menegakkan pembangunan integritas dan memberantas korupsi. Koalisi mengajak seluruh komponen bangsa menjunjung tinggi nilai kejujuran, sekaligus mengajak masyarakat kampung Gadel mendukung sikap jujur Siami dan keluarganya. Pemerintah dituntut meninjau kembali sistem pendidikan nasional dan menghapus ujian nasional di semua jenjang pendidikan.

Seidkitnya ada 14 organisasi yang tergabung dalam koalisi itu. Antara lain, Federasi Serikat Guru Indonesia, Aliansi Orang Tua Murid Peduli Pendidikan, Tempo Institute, Masyarakat Transparansi Indonesia, Rumah Untuk Kejujuran, Transparansi Internasional Indonesia, Koalisi Pendidikan, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Ada pula KontraS, Perhimpunan Indonesia Tionghoa, Himpunan Alumni Fateta Institut Pertanian Bogor, Alumni Institut Teknologi Bandung Angkatan 1975, Perkumpulan Bung Hatta Anti Corruption Award, serta Indonesia Corruption Watch.
READ MORE - KEJUJURAN DILARANG DI NEGERI INI

Senin, 20 Juni 2011

SESUATU YANG LEBIH

Jika Anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda miliki, Anda harus bersedia melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan.

If you want something you’ve never had, you must be willing to do something you’ve never done.

Masa sulit, masa buruk, masa murung, masa menderita – semuanya dijadikan untuk membentuk diri Anda

Itu sebabnya, mereka yang menghindari kesulitan atau yang menunda penyelesaian masalah, sebetulnya sedang menunda pencapaian keberhasilan mereka sendiri.

Masalah-masalah kita adalah buatan manusia, maka dari itu, dapat diatasi oleh manusia. Tidak ada masalah dalam takdir manusia yang tidak terjangkau oleh manusia.

Anda adalah produk dari lingkungan Anda. Maka, pilihlah lingkungan yang terbaik bagi pengembangan Anda menuju tujuan-tujuan Anda. Analisalah kehidupan Anda melalui lingkungan Anda. Apakah hal-hal di sekitar Anda membantu Anda menuju sukses atau malah menahan Anda?
READ MORE - SESUATU YANG LEBIH